Penulis adalah seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar memperbaiki diri

Foto saya
Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sedang memperbaiki diri. Dan menulis adalah salah satu caranya.

Sabtu, 07 Juni 2014

CERITA SABTU PAGI








Kulirik jam di pergelangan tangan. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat 45 menit. Kupacu sepeda motor menuju ke kantor. Karena hari ini Sabtu, kantor-kantor pemerintah banyak yang libur sehingga jalanan lebih lengang. Aku jadi lebih leluasa menikmati perjalanan. Terlihat seorang ibu. Umurnya sekitar enam puluhan, sedang menyapu jalanan kota. Duh! Hati serasa ditusuk, melihat seorang ibu tua yang harus menjadi penyapu jalan demi menyambung hidup. Entah berapa kilometer jalan yang harus disapunya. Sementara aku? Bekerja di ruangan berpendingin udara sambil duduk manis, tetapi keluhan masih terdengar. Ya Allah, alangkah tidak bersyukurnya aku, karena seringkali hati masih mengeluh dengan pekerjaan yang seakan tiada habis.

Sekitar satu kilometer dari ibu penyapu jalan, terlihat seorang bapak berumur lima puluhan sedang mengais-ngais tong sampah, memilih benda-benda yang sekiranya bisa dijadikan uang. Membayangkan mereka yang harus bersusah payah demi hidup dan kehidupan, hati kembali tercabik.

Ya Allah, kemana rasa syukurku? Meski tidak berlimpah harta, setidaknya apa saja yang ingin kumakan bisa terbeli. Ayam goreng, aneka roti dan makanan sejenis mie 'produk' luar negeri pernah kunikmati. Sedangkan mereka? Mungkin hanya bisa melihat orang yang masuk silih berganti ke dalam restoran cepat saji itu. Ya Allah, maafkan hamba-Mu yang kerap lupa mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar