"Wah! Pagi yang cerah!" Seru Gotty si anak kambing, sambil berlarian di padang rumput. Di sana sudah ada Kitty--anak kucing yang manis, Miki--anak tikus yang lucu, dan Kowby--si anak sapi. Pagi ini mereka hendak bermain bersama.
“Meong… Selamat pagi
teman-teman,” sapa Kitty ramah sambil menggoyangkan ekornya yang cantik
“Pagi juga Kitty, hmm…
Harumnya badanmu, kamu pasti sudah mandi,” balas Gotty seraya mengitari tubuh Kitty.
“Pasti dong! Diantara
kita yang paling rajin mandi kan cuma Kitty, he he he.” Miki menyahut sambil
terkekeh.
“Hei, jangan lupa Miki!
Aku juga rajin mandi.” Kowby membela diri, tidak terima.
“Ah, masak sih kamu
rajin mandi? Badanmu kok nggak seharum Kitty?” Tanya Miki.
“Aku mandinya nggak
pakai sabun,” jawab Kowby malu-malu.
“Duh, kok jadi
ngomongin soal mandi sih? Katanya mau bermain bersama!” Seru Gotty.
Gotty merasa sebal
karena akhirnya teman-teman malah membicarakan soal mandi. Satu hal yang tidak
disukainya.
Seperti pagi itu, dia cuma menggosok gigi saja sebelum pergi bermain. Padahal ibunya sudah
mengingatkan agar mandi dulu sebelum pergi.
“Ha ha ha, pasti kamu
tak mandi lagi kan, Gotty? Makanya kamu sebel kita ngomongin soal itu.” Ledek Miki yang tahu kebiasaan Gotty.
“Iya tuh. Pagi
ini pasti Gotty tak mandi. Mooo,” Kowby menimpali.
Mendengar itu Gotty
makin sebal. Ingin rasanya dia menendang perut Miki dan Kowby.
“Sudah … Sudah … Yuk,
kita bermain saja,” seru Kitty menengahi,
“bagaimaan kalo kita main petak umpet!
“Setujuuuu!” Teriak
yang lain serempak.
Mereka tampak asyik bermain.
Saat Gotty bersembunyi di semak-semak, tiba-tiba badannya gatal, rasanya
seperti digigit sesuatu. Plak! Refleks
Gotty memukul. Ternyata pasukan nyamuk yang menggigit badannya. Mungkin karena
badan Gotty berbau kurang sedap dan tampak kotor makanya nyamuk-nyamuk
menggigitnya.
“Aduh! “ Sambil
menggaruk badannya Gotty berteriak. Dia keluar dari semak-semak lalu
bergulingan di atas rumput. Berharap nyamuk-nyamuk yang mengeroyoknya segera
pergi. Kawan-kawan yang melihatnya
langsung keluar dari persembunyian dan berlari mendekat.
“Ada apa, Gotty?” Tanya
Miki yang tiba paling awal karena tadi dia yang jaga. Sedang teman yang lain
bersembunyi.
“Badanku gatal Miki,
sepertinya kawanan nyamuk mengeroyokku.” Sambil terus bergulingan Gotty
menjawab.
“Aa--da apa, aa--da
apa?” Tanya Kitty dan Kowby dengan napas ngos-ngosan.
“Ini nih, Gotty dikeroyok
kawanan nyamuk.” Jawab Miki.
Akhirnya Kitty, Kowby
dan Miki bersama-sama membantu mengusir nyamuk-nyamuk itu.
“Memang kamu tadi
sembunyi di mana Gotty?” tanya Kitty
sambil mengibas-ngibaskan ekornya mengusir nyamuk.
“Aku sembunyi di
semak-semak itu.” Jawab Gotty sambil menunjuk semak-semak tempat ia
bersembunyi.
“Tapi tadi aku juga
sembunyi di semak-semak. Kok aku nggak digigit nyamuk ya?” gumam Kowby, “apa
mungkin karena kamu tak mandi? Jadi bau badanmu mengundang mereka?” Tanya Kowby
kemudian.
Gotty tak menjawab,
tangannya terus saja menggaruk.
----- # # # -----
Sampai di rumah, lagi-lagi Gotty
tak mau mandi, karena merasa gatal di tubuhnya sudah hilang. Dia malah asyik
tiduran. Ibunya sudah berkali-kali mengingatkan tapi ia tak mau mendengar.
Keesokan harinya, tiba-tiba Gotty
kembali merasakan gatal. Bahkan sekarang rasa gatal itu melebihi yang kemarin. Dia
menggaruk-garuk badannya. Kuku-kukunya
yang panjang membuat tubuh yang digaruk menjadi lecet dan luka. Lama-kelamaan
luka itu menjadi borok yang berbau busuk. Dia ingin bermain bersama kawan-kawannya
tapi dia malu. Gotty jadi sedih. Ibunya
yang melihat juga ikut sedih.
Saat Gotty termenung
sendiri, sang ibu datang mendekat lalu duduk di sampingnya.
“Jangan sedih, Nak!
Coba kamu mandi setiap hari. Ibu yakin borok di badanmu akan sembuh. Nanti
sehabis mandi biar ibu obati luka-lukamu.” Ibunya berkata sambil mengenggam
tangan Gotty
“Benarkah Ibu? Aku
nggak mau borokan begini. Rasanya malu sekali, Bu. Aku takut ... teman-teman nggak mau bermain bersamaku.”
Gotty menangis di pangkuan ibunya.
“Iya dong, sayang. Yang penting kamu
rajin mandi. Minimal sehari dua kali. Pasti borokmu sembuh!” Ibunya meyakinkan. "Jangan lupa ... berdoa juga! Kan tanpa ijin Tuhan segala penyakit nggak mungkin sembuh. Iya kan?"
“Baiklah, Bu. Gotty
akan menuruti saran Ibu.”
Semenjak itu Gotty jadi
rajin mandi. Doa juga tak pernah lupa ia panjatkan. Makin hari borok di tubuhnya makin berkurang dan akhirnya sembuh.
Badan Gotty juga lebih bersih dan wangi. Ia tak lagi malu untuk
bermain bersama teman-temannya. Gotty merasa sangat bahagia.
TAMAT


Tidak ada komentar:
Posting Komentar