Penulis adalah seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar memperbaiki diri

Foto saya
Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sedang memperbaiki diri. Dan menulis adalah salah satu caranya.

Kamis, 22 Mei 2014

TEKAD SI GOTTY




"Wah! Pagi yang cerah!" Seru Gotty si anak kambing, sambil berlarian di padang rumput. Di sana sudah ada Kitty--anak kucing yang manis, Miki--anak tikus yang lucu, dan Kowby--si anak sapi. Pagi ini mereka hendak bermain bersama. 
“Meong… Selamat pagi teman-teman,” sapa Kitty ramah sambil menggoyangkan ekornya yang cantik
“Pagi juga Kitty, hmm… Harumnya badanmu, kamu pasti sudah mandi,” balas Gotty seraya mengitari tubuh Kitty.
“Pasti dong! Diantara kita yang paling rajin mandi kan cuma Kitty, he he he.” Miki menyahut sambil terkekeh.
“Hei, jangan lupa Miki! Aku juga rajin mandi.” Kowby membela diri, tidak terima.
“Ah, masak sih kamu rajin mandi? Badanmu kok nggak seharum Kitty?” Tanya Miki.
“Aku mandinya nggak pakai sabun,” jawab Kowby malu-malu.
“Duh, kok jadi ngomongin soal mandi sih? Katanya mau bermain bersama!” Seru Gotty.
Gotty merasa sebal karena akhirnya teman-teman malah membicarakan soal mandi. Satu hal yang tidak disukainya.  Seperti pagi itu,  dia cuma menggosok gigi saja sebelum pergi bermain. Padahal ibunya sudah mengingatkan agar mandi dulu sebelum pergi.
“Ha ha ha, pasti kamu tak mandi lagi kan, Gotty? Makanya kamu sebel kita ngomongin soal itu.”  Ledek Miki yang tahu kebiasaan Gotty.
“Iya tuh. Pagi ini pasti Gotty tak mandi. Mooo,” Kowby menimpali.
Mendengar itu Gotty makin sebal. Ingin rasanya dia menendang perut Miki dan Kowby.
“Sudah … Sudah … Yuk, kita bermain saja,”  seru Kitty menengahi, “bagaimaan kalo kita main petak umpet!
“Setujuuuu!” Teriak yang lain serempak.
Mereka tampak asyik bermain. Saat Gotty bersembunyi di semak-semak, tiba-tiba badannya gatal, rasanya seperti digigit sesuatu.  Plak! Refleks Gotty memukul. Ternyata pasukan nyamuk yang menggigit badannya. Mungkin karena badan Gotty berbau kurang sedap dan tampak kotor makanya nyamuk-nyamuk menggigitnya.
“Aduh! “ Sambil menggaruk badannya Gotty berteriak. Dia keluar dari semak-semak lalu bergulingan di atas rumput. Berharap nyamuk-nyamuk yang mengeroyoknya segera pergi.  Kawan-kawan yang melihatnya langsung keluar dari persembunyian dan berlari mendekat.
“Ada apa, Gotty?” Tanya Miki yang tiba paling awal karena tadi dia yang jaga. Sedang teman yang lain bersembunyi.
“Badanku gatal Miki, sepertinya kawanan nyamuk mengeroyokku.” Sambil terus bergulingan Gotty menjawab.
“Aa--da apa, aa--da apa?” Tanya Kitty dan Kowby dengan napas ngos-ngosan.
“Ini nih, Gotty dikeroyok kawanan nyamuk.” Jawab Miki.
Akhirnya Kitty, Kowby dan Miki bersama-sama membantu mengusir nyamuk-nyamuk itu.
“Memang kamu tadi sembunyi di mana Gotty?” tanya Kitty  sambil mengibas-ngibaskan ekornya mengusir nyamuk.
“Aku sembunyi di semak-semak itu.” Jawab Gotty sambil menunjuk semak-semak tempat ia bersembunyi.
“Tapi tadi aku juga sembunyi di semak-semak. Kok aku nggak digigit nyamuk ya?” gumam Kowby, “apa mungkin karena kamu tak mandi? Jadi bau badanmu mengundang mereka?” Tanya Kowby kemudian.
Gotty tak menjawab, tangannya terus saja menggaruk.

----- # # # -----

Sampai di rumah, lagi-lagi Gotty tak mau mandi, karena merasa gatal di tubuhnya sudah hilang. Dia malah asyik tiduran. Ibunya sudah berkali-kali mengingatkan tapi ia tak mau mendengar.
Keesokan harinya, tiba-tiba Gotty kembali merasakan gatal. Bahkan sekarang rasa gatal itu melebihi yang kemarin. Dia menggaruk-garuk badannya.  Kuku-kukunya yang panjang membuat tubuh yang digaruk menjadi lecet dan luka. Lama-kelamaan luka itu menjadi borok yang berbau busuk. Dia ingin bermain bersama kawan-kawannya tapi dia malu. Gotty  jadi sedih. Ibunya yang melihat juga ikut sedih.
Saat Gotty termenung sendiri, sang ibu datang mendekat lalu duduk di sampingnya.
“Jangan sedih, Nak! Coba kamu mandi setiap hari. Ibu yakin borok di badanmu akan sembuh. Nanti sehabis mandi biar ibu obati luka-lukamu.” Ibunya berkata sambil mengenggam tangan Gotty
“Benarkah Ibu? Aku nggak mau borokan begini. Rasanya malu sekali, Bu. Aku takut ...  teman-teman nggak mau bermain bersamaku.” Gotty menangis di pangkuan ibunya.
“Iya dong, sayang. Yang penting kamu rajin mandi. Minimal sehari dua kali. Pasti borokmu sembuh!” Ibunya meyakinkan. "Jangan lupa ... berdoa juga! Kan tanpa ijin Tuhan segala penyakit nggak mungkin sembuh. Iya kan?"
“Baiklah, Bu. Gotty akan menuruti saran Ibu.”
Semenjak itu Gotty jadi rajin mandi. Doa juga tak pernah lupa  ia panjatkan. Makin hari borok di tubuhnya makin berkurang dan akhirnya sembuh. Badan Gotty juga lebih bersih dan wangi. Ia tak lagi malu untuk bermain bersama teman-temannya. Gotty merasa sangat bahagia.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar