Penulis adalah seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar memperbaiki diri

Foto saya
Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sedang memperbaiki diri. Dan menulis adalah salah satu caranya.

Minggu, 19 Januari 2014

JANGAN BERCERAI BUNDA

Saat menerima buku pesanan Saya, Paket Hari Ibu nya Mbak Asma Nadia, Saya bingung.
"Mana dulu nih, yang harus Saya baca?"
Karena dalam paket itu terdapat 6 judul buku : Jangan Bercerai Bunda, Sakinah Bersamamu, Catatan Hati Yang Cemburu, Catatan Hati Di Setiap Doaku, Catatan Hati Seorang Istri dan Catatan Hati Ibunda. Akhirnya pilihan jatuh pada buku Sakinah Bersamamu, waktu itu Saya berpikir, "Sakinah Bersamamu kayaknya keren nih, belajar menjadi keluarga yang sakinah itu gimana sih?"
Dan ternyata isinya memang benar-benar keren abis!

Saya belum menyentuh buku Jangan Bercerai Bunda karena berpikir, "Buku apa nih? Kok judulnya Jangan Bercerai Bunda! Emang siapa juga yang mau bercerai?"
Sampai pada suatu ketika saat saya sedang surfing di facebook, di KBM ( Komunitas Bisa Menulis ) ada pengumuman lomba resensi buku karya Asma Nadia. Dan salah satu judul buku yang dilombakan adalah Jangan Bercerai Bunda. Akhirnya sesampainya di rumah, Saya langsung membuka plastik pembungkusnya dan mulai membaca, lembar demi lembar.
Dan setiap kali selesai membaca satu cerita yang merupakan kisah nyata itu, tangan Saya tak mau berhenti bergerak untuk membuka lembar berikutnya. Begitu seterusnya, sampai akhirnya mata saya tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya dengan terpaksa sesi membaca Saya akhiri...hehehe. Besoknya Saya lanjut membaca sampai satu buku terlalap habis.

Kisah-kisah dalam buku Jangan Bercerai Bunda benar-benar bisa menjadi pelajaran berharga meskipun mungkin kita tidak mengalaminya. Ada hikmah yang bisa diambil sebelum kita mengambil keputusan untuk bercerai. Karena ternyata banyak sekali dampak yang ditimbulkan hanya karena satu kata "CERAI".
Buku ini mengupas tuntas mengapa perceraian kerap terjadi dan dampak apa saja yang ditimbulkan, tanpa merasa digurui apalagi bosan saat membacanya karena dikemas dalam bentuk cerita pendek yang menarik.

Sungguh! Membaca buku ini, Saya jadi tahu, mengapa Ibu tak pernah mau bercerai dari Bapak yang seringkali menyakiti hati beliau. Ada satu kisah dalam buku ini yang mirip dengan kisah hidup Ibu, hanya saja endingnya berbeda. karena di kisah tersebut Sang Ibu akhirnya memutuskan bercerai. Sedangkan kami, tetap menjadi keluarga yang utuh sampai Allah memanggil Ibu. "Ya Allah, ampuni dosa-dosa beliau dan tempatkan beliau di surga-MU, Aamiin."

Saya jadi mengerti Ibu tidak mau bercerai karena beliau tidak mau hidup kami, anak-anaknya berantakan. Meskipun berat beban hidup yang harus ditanggung, beliau rela, demi kami, anak-anaknya.

Jujur, buku ini wajib dibaca buat Anda-anda yang sedang dalam proses perceraian, ingin bercerai, ataupun hanya terlintas sebersit kata CERAI di pikiran Anda.

Buku berjudul JANGAN BERCERAI BUNDA ditulis oleh Asma Nadia, DKK
Diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House dengan jumlah halaman 285 halaman ( tidak termasuk cover dan pengantar ). Ukuran buku: 14" X 20.5" dibandrol seharga Rp.49.500,00

Buku bisa Anda dapatkan di :

Toko Asma Nadia
Blok A No. 14
Komplek Ruko D Mall - Depok
( Samping Yamaha Music School )
Jl. Raya Margonda - Depok

atau bisa dipesan secara online di www.tokoasmanadia.com
bisa juga SMS ke Agung Pribadi  Telp. 0852 1868 3858
Pin BB : 2109E5E4

atau inbox ke facebook :
Agung Pribadi ( www.facebook.com/AgungPribadiPenulis )
Agung Pribadidua ( www.facebook.com/agung.pribadidua )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar