Penulis adalah seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar memperbaiki diri

Foto saya
Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sedang memperbaiki diri. Dan menulis adalah salah satu caranya.

Minggu, 16 Februari 2014

Cinta Tak Abadi

Tak ada cinta yang abadi kecuali milik Ilahi

"Re, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu, Ka. Tapi kamu tahu Ayah itu seperti apa."

* * *

"Rere, jangan lagi kamu temuin Si Kampret itu!"

"Namanya Raka, Yah. Bukan Kampret."

"Mau Raka kek, mau Reki kek, pokoknya kamu tak boleh lagi ketemu dia! Anak brandalan tak jelas."

"Tapi Rere mencintainya Yah, memang dulu Raka brandal, tapi sekarang dia sudah berubah."

"Halah! Apanya yang berubah? Sekali brandal tetap saja brandal."

"Yah, sudah 2 tahun ini Raka berubah, dia sekarang rajin ke masjid dan mengikuti berbagai kajian. Besok dia akan datang melamarku Yah."

"Tidak! Sekali Ayah bilang tidak, tetap tidak."

* * *

Raka mengakhiri tilawahnya, segera setelah sholat ashar dia bergegas ke rumah Rere. Sang pujaan yang sudah lama mendiami hatinya. Karena Rere lah dia bisa berubah seperti sekarang.

Tiba-tiba saat menyeberang jalan, melintas sebuah mobil fortuner dengan kecepatan tinggi.
Cit! Cit! Cit! Ban mobil itu berdecit, lalu brak! Menabrak Raka yang tak sempat mengelak lagi.

Besok aku akan melamarmu Re, semoga ayahmu luluh dan mau menerimaku.
Andai itu tak terjadi, aku akan tetap menunggu. Selalu dan selalu. Sampai beliau mau menerimaku. Re, bersabarlah hingga saat itu tiba, akupun kan begitu.


Secarik kertas berada di tangan Rere yang masih tergugu. Dian, adik Raka yang memberikan surat itu padanya.


#Edisi_belajar FF (Flash Fiction)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar